Minggu, 09 Desember 2018

FEATURE : MOUNTAIN BREEZE


 PESONA MOUNTAIN BREEZE
Oleh : Nisa Koiriyah

















Mountain Breeze merupakan wisata kuliner baru di Kota Bandung yang berada di kawasan Baleendah arah Banjaran tepatnya di area perbukitan Kampung Legok Loa, Desa Langonsari, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Bandung.
Cuaca tidak mendukung kala itu, namun apadaya kejenuhan tak bisa lagi dibendung, dengan memberanikan diri saya bersama teman-teman pergi menuju tempat yang menjadi buah bibir masyarakat Kota Bandung itu. Ketika tiba disana, kita disuguhkan dengan pemandangan yang luar biasa. Sejuk angin dari pegunungan begitu terasa, jauh dari hingar bingar perkotaan mungkin alasan tempat ini diberi nama Mountain Breeze. Selain itu kebersihan tempat sangat terjaga, sehingga pengunjung bisa dengan nyaman menikmati pesona Mountain Breeze.
Bangunannya berada di bukit dataran tinggi, pengunjung bisa dengan leluasa menikmati pemandangan Kota Bandung. Selain itu, kita bisa menikmati keindahan Batu Kincir yang menambah panorama Mountain Breeze semakin menarik.
Untuk masuk ke Mountain Breeze kita harus membayar 15.000 (lima belas ribu rupiah) per orang, dan mendapatkan tiket yang bisa ditukar menjadi voucher makanan. Misalnya, kita makan dengan harga 40.000 (empat puluh ribu rupiah) jadi, kita hanya perlu membayar 25.000 (dua puluh lima ribu rupiah) saja. Namun satu tiket hanya berlaku untuk satu menu makanan. Menurut pengalaman saya, harga makanan di tempat ini lumayan mengocek kantong dan kurang cocok untuk kantong mahasiswa. Saya sarankan untuk kalian khususnya mahasiswa harus membawa uang agak banyak jika ingin berkunjung dan makan di tempat ini.
Meskipun demikian, hanya duduk di Batu Kincir sembari menikmati pemandangan sudah membuat kita merasa puas. Spot foto yang tersedia juga banyak, setiap sudut di tempat ini cocok untuk di abadikan dalam foto. Tak ingin kalah dengan yang lain saya dan teman-teman pun berfoto sepuasnya.
Matahari sudah tenggelam di arah Barat, tidak terasa langit mulai gelap. Ada yang istimewa dengan Mountain Breeze, semakin malam malah semakin cantik. Tidak sia-sia datang ke tempat ini, terbayar sudah oleh pemandangan gemerlap Kota Bandung.
Hari ini saya akhiri dengan rasa senang dan kagum, disini pengunjung Mountain Breeze bukan hanya sekedar penikmat kuliner, namun juga sebagai penikmat alam yang menghargai akan ciptaan-Nya.

RENUNGAN SINGKAT : JIKA MEREKA TELAH TIADA BARU TERASA


Jika “Mereka” telah Tiada, Baru Terasa

Waktu kamu berumur 1 tahun dia menyuapi dan memandikanmu.. sebagai balasannya.. kau menangis sepanjang malam. Ketika ia mengajarimu cara berjalan, sebagai balasannya.. kau kabur saat dia memanggilmu
Waktu kamu berumur 4 tahun, dia memberikanmu pensil untuk mewarnai, sebagai balasannya.. kau coret-coret dinding rumah dan meja makan
Waktu kamu berumur 7 tahun dia memberikanmu bola, sebagai balasannya.. kau lemparkan bola ke jendela tetangga
Waktu kamu berumur 10 tahun, dia mengantarmu kemana saja, dikolam renang sampai pesta ulang tahun, sebagai balasannya.. engkau bermain asyik dengan temanmu sampai tidak dengar panggilan orang tuamu
Waktu kamu berumur 13 tahun dia mengantarkanmu untuk memotong rambut karena sudah waktunya, sebagai balasannya.. kau bilang “Mama tidak tahu Mode
Waktu engkau berumur 15 tahun, dia pulang kerja ingin memelukmu, sebagai balasannya.. kau kunci pintu kamarmu
Waktu engkau berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika engkau lulus SMA, sebagai balasannya.. kau berpesta dengan teman-temanmu sampai pagi
Waktu engkau berumur 19 tahun, dia membayar semua biaya kuliahmu dan mengantarkanmu ke kampus pada hari pertama, sebagai balasannya.. kau minta diturunkan jauh di pintu gerbang (biar gak malu sama teman-teman karena orang tuamu jelek)
Waktu engkau berumur 20 tahun dia bertanya “Dari mana aja seharian?”, sebagai balasannya.. kau menjawab “Ah cerewet amat sih, mau tau urusan anak muda aja”
Waktu engkau berumur 25 tahun, dia membantumu membiayai biaya pernikahanmu, sebagai balasannya.. engkau pindah ke kota lain menjauhi orang tuamu
Waktu engkau berumur 30 tahun, dia memberimu nasehat bagaimana merawat bayimu, sebagai balasannya.. engkau katakan “Sekarang zaman udah beda Ma”
Waktu engkau sudah menjadi orang sukses, dia menelponmu untuk diantar ke acara salah satu saudara dekatmu, sebagai balasannya.. engkau jawab “Aku sibuk sekali banyak kerjaan kantor Ma”
Waktu engkau berumur 35 tahun, dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu, sebagai balasannya.. engkau baca tentang pengaruh negatif orang tua yang numpang tinggal di rumah anaknya
dan suatu hari dia meninggal dunia dengan tenang, tiba-tiba engkau teringat semua yang belum pernah engkau lakukan dan itu menghantam hatimu bagaikan Pukulan Qodam.

DIKSI : -ANG


Oleh Nisa Khoiriyah

“awas jangan dekat-dekat kandang!!!” pak Tatang sang pawang binatang berteriak lantang dari belakang gudang.
Kejadian seperti ini sungguh tidak bisa terbayang, itu terjadi kemarin petang ketika aku berkunjung ke kebun binatang. Aku dibuat tercengang oleh cengkeraman beruang yang menerjang pahaku sampai menembus tulang.
Dasar aku manusia malang, bisa-bisanya aku jadi sasaran beruang jepang yang sebelumnya dikabarkan sempat hilang dan ternyata bersembunyi dibelakang kandang.
Ibarat pepatah menang jadi debu kalah jadi arang, beruang itu tumbang dicincang dengan parang oleh petugas penjaga gerbang. Situasi semakin tegang diiringi teriakanku yang semakin kencang, bala bantuan pun datang dari abang-abang pedagang di depan gerbang.
Aku terbangun di bangsal rumah sakit di kemang, yang terbayang dipikiranku saat itu adalah bagaimana aku pulang, aku sudah tak punya uang, bahkan biaya rumah sakit pun aku berhutang. Yang kuharapkan adalah asuransi dari pihak kebun binatang.

RESENSI : BUKU BAITI JANNATI


JUDUL BUKU : Baiti Jannati
PENGARANG : Dr. Ali Jum’ah
PENERBIT : Noura Books (PT Mizan Publika)                                                                       TAHUN TERBIT : September 2016                                                                             CETAKAN : Pertama
TEBAL BUKU : 168 halaman                                    ISBN : 978-602-385-178-2                                                                                   HARGA : Rp. 35.000

Pernikahan merupakan sesuatu yang sakral. Pernikahan bukan hanya tentang Akad lalu memiliki anak, tetapi terdapat sebuah proses yang panjang untuk membangun sebuah keluarga yang Sakinah, mawaddah wa rahmah. Namun pada kenyataannya, badai dan gelombang sewaktu-waktu bisa datang, artinya masalah terus bergantian, baik masalah Pra Pernikahan sampai sesudah menjadi keluarga.
Rumah Tangga
Dalam kehidupan pernikahan atau rumah tangga, banyak sekali hal yang harus dihindari dan hal yang harus dilakukan sebagai seorang suami dan istri. Dimana mereka berdua memiliki hak dan kewajibannya masing-masing. Kewajiban seorang suami yang paling utama adalah mencari nafkah dan memberikan nafkahnya itu kepada istri dan anak-anaknya. Dan seorang istri juga memiliki kewajiban, yaitu melayani suami dan mengurus anak-anak. Ketika ada problem, pasangan suami istri harus menyelesaikannya dengan lapang dada dan secara bersama-sama. Jangan sampai emosi mengendalikan hati dari suami dan istri, apabila terjadi maka hal yang tidak diinginkan ditakutkan terjadi pula.
Setiap orang harus bisa membersihkan dirinya dari sasaran Syubhat dan Prasangka. Ketika kita mendengar seseorang diterpa berbagai isu negatif-hingga membuat suaminya mencelanya, juga anak, teman dekat, saudara, dan kerabatnya-maka langkah pertaman yang mesti kita ambil adalah memulai dari diri sendirilah yang dapat menguasai diri kita.

Perceraian
Inilah yang terjadi ketika sudah tidak ada lagi rasa saling cinta, saling percaya, saling memahami satu sama lain, dan sama-sama mencari ridha Allah dengan saling mempergauli secara baik. Apalagi jika emosi menguasai hati seseorang, apapun yang ia lontarkan pasti tidak akan terkontrol.
Diriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah Saw. bersabda “Sesungguhnya perkara halal yang paling dibenci disisi Allah adalah perceraian”
Penyebab perceraian saat ini jika dilihat dari survey keluarga, diantaranya Tidak adanya rasa saling memahami satu sama lain, seperti yang telah disebutkan diatas, kondisi ekonomi, campur tangan keluarga, mengabaikan shalat juga penyebab perceraian karena tidak adanya pondasi iman yang membuat hal-hal buruk bisa terjadi pada diri, kemudian penyimpangan berperilaku.
Talak merupakan perkataan yang mengartikan seorang istri diceraikan. Salah satunya adalah Talak Tiga. Jika sang suami memang tidak sadar mengucapkan talak, talak tidak jatuh, utamanya jika talaknya adalah talak tiga. Sebaliknya, jika suami sadar mengatakan itu, talak menjadi jatuh dan hanya dianggap talak satu. Jadi, hendaknya sang suami berhati-hati dan lebih bisa menahan lisannya dari kata-kata talak, baik diucapkan secara jelas maupun kiasan.
Kedokteran dan Ilmu Pengetahuan
Berbicara tentang hal ini pasti berhubungan dengan organ tubuh. Hal yang sering ditemukan dalam kehidupan yaitu transplantasi organ tubuh, menurut islam transplantasi tersebut tidak diperbolehkan. Masalah ini tidak bisa dianalogikan dengan hukum bahwa setiap jari tangan seseorang memiliki diyat (tebusan). Sebab, diyat diberlakukan sebagai hukuman atas tindak pelaku kejahatan dan atas penyia-nyiaan manfaat, bukan sebagai harga dari organ tubuh.
Hati juga merupakan bagian dari organ tubuh. Dan tak jarang orang melakukan transplantasi hati untuk mempertahankan hidup seseorang. Diriwayatkan dari Usamah ibn Syuraik bahwa seorang Arab Badui datang menemui Nabi dan berkata, “Haruskah kita berobat, ya Rasulullah?” beliau menjawab, “Ya. Sesungguhnya Allah tidak menurunkan suatu penyakit tanpa menurunkan obatnya, itu diketahui oleh orang yang mengetahuinya dan tidak diketahui oleh orang yang tidak mengetahuinya.”
Transplantasi organ diperbolehkan oleh Syara’ jika semua syarat terpenuhi, jauh dari konteks bermain-main dengan manusia yang dimuliakan Allah, dan tidak mengubah manusia menjadi semacam onderdil yang bisa diperjualbelikan. Transplantasi dilakukan untuk saling tolong menolong dalam hal kebaikan dan untuk meringankan penderitaan sesama. Demikian tentang transplantasi, jika untuk menyelamatkan nyawa seseorang dan memang dianjurkan dokter, hal tersebut diperbolehkan demi kebaikan bersama.
Keunggulannya, Buku ini memuat banyak contoh permasalahan keluarga serta solusinya. Dengan mengambil pelajaran dari kisah-kisah Rasulullah dalam menangani masalah keluarga. Sehingga kita bisa memecahkan masalah dengan solusi yang bijak. Buku ini tidak hanya membahas tentang pernikahan atau keluarga, namun juga dilengkapi dengan hukum-hukum islam tentang Kedokteran dan Ilmu Pengetahuan disertai hadist yang sahih. Apabila kita mencintai Rasulullah maka kita harus mengikuti sunnahnya, agar menjadi orang yang dicintai Rasulullah.
Kelemahannya buku ini berbentuk pertanyaan dan jawaban, pertanyaan yang dihadirkan sangat terbatas. Maksudnya pembaca masih ingin tahu mengenai hal Pernikahan, yang memang belum di jelaskan secara menyeluruh.
Kesimpulannya buku ini layak dibaca, karena memuat hal-hal yang berhubungan dengan pernikahan dan sangat bagus bagi yang akan atau sedang membina keluarga. Menyelesaikan pelbagai masalah sesuai syariat islam.