Resume Buku Studi Budaya Di Indonesia
A.
Pengertian
dan Definisi Kebudayaan
Kata “kebudayaan” berasal dari bahasa Sanskerta, buddhayah,
yang merupakan bentuk jamak dari buddi yang berarti akal. Dari
pengertian tersebut, dibedakan anatara budaya yang berarti daya dari budi, yang
merupakan cipta, karsa, dan rasa.
Kebudayaan adalah keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk
sosial, yang digunakan manusia untuk memahami dan menginterpretasi lingkungan
serta pengalamannya, kemudian menjadi pedoman untuk tingkah lakunya.
B.
Keberagaman
Budaya Indonesia
Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki wilayah yang luas,
terbentang dari Aceh sampai ke Papua. Ada 17.504 pulau yang tersebar di seluruh
kedaulatan Republik Indonesia, terdiri atas 8.651 pulau yang bernama dan 8.853
pulau yang belum bernama.
Ada sekitar 726 bahasa daerah yang tersebar diseluruh Nusantara.
Agama pun berbeda-beda, pada umumnya masyarakat Indonesia menganut enam agama
resmi yaitu Islam, Khatolik, Protestan, Hindu, Budha, dan yang terakhir diakui
Konghucu. Walaupun begitu, kehidupan rukun yang telah mereka warisi secra
turun-temurun mengekalkan mereka dalam kebersamaan dan kerukunan yang sejati.
C.
Kebudayaan
sebagai Identitas Nasional
Kebudayaan nasional adalah sarana bagi kita untuk memberikan
jawaban atas pertanyaan, “Siapa kita?”, “Apa Identitas kita?”, “akan kita
jadikan apa bangsa kita?”, “watak bangsa semacam apa yang kita inginkan?”,
“bagaimana kita harus mengukir wujud bangsa dan tanah air kita?”.
a)
Cara
pandang terhadap kebudayaan
a.
Budaya
sebagai Peradaban
Meraka mengaggap “kebudayaan”
sebagai “peradaban”, lawan kata dari “alam”. Jika seseorang berpendapat bahwa
musik klasik adalah musik yang “berkelas”, elite, dan bercita rasa seni yang
tinggi, sementara musik tradisional dianggap sebagai musik yang kampungan dan
ketinggalan zaman, timbul anggapan bahwa orang yang menyukai musik “klasik”
adalah orang yang sudah berkebudayaan.
b.
Kebudayaan
sebagai sudut pandang umum
Pemikiran ini menganggap suatu budaya dengan budaya lainnya
memiliki perbedaan masing-masing. Oleh karena itu budaya tidak dapat di
perbandingkan.
c.
Penetrasi
kebudayaan
i. Penetrasi damai (Penetration positifique), yaitu masuknya
kebudayaan dengan jalan damai
ii. Penetrasi kekerasan (Penetration Violante), yaitu masuknya
kebudayaan dengan jalan memaksa atau merusak.
b)
Ancaman
terhadap kekayaan budaya Indonesia
Proses globalisasi budaya yang berbarengan dengan globalisasi
ekonomi serta pasar merupakan ancaman terhadap budaya bangsa.
c)
Kebudayaan
suku bangsa
Pasal 32 UUD 1945 : “kebudayaan bangsa ialah kebudayaan yang timbul
sebagai buah usaha budinya rakyat Indonesia seluruhnya. Kebudayaan-kebudayaan
lama dan asli yang terdapat sebagai puncak-puncak kebudayaan di daerah-daerah
diseluruh Indonesia, terhitung sebagai kebudayaan bangsa. Usaha kebudayaan
asing yang dapat memperkembangkan atau memperkaya kebudayaan bangsa sendiri
serta mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Indonesia”.
D.
Proses
Pembentukan Kebudayaan Nasional
a)
Bangsa
yang Pluralistik dan Multikultural
Negara bertugas untuk memahami dan mengatasi hambatan-hambatan
budaya setiap suku bangsa, dan secara aktif memberi dorongan dan peluang bagi
munculnya potensi dan budaya baru sebagai kekuatan bangsa.
b)
Penataan
Pola Pikir
Mindset rendah diri (Minder) terbentuk dikalangan sebuah kaum
intelektual kita yang mewajarkan globalisasi sebagai proses subordinasi
nasional, dan mewajarkan gagasan bahwa tidak penting bagi kita untuk menjaga
kepentingan nasional.
c)
Mutualisme
dan kerjasama Sinergis
Penataan mindset untuk membentuk kebudayaan nasional Indonesia :
a.
Pluralistik
merupakan kenyataan yang harus di lihat sebagai aset nasional, bukan resiko
atau beban, yang harus dilihat sebagai aset nasional.
b.
Penumbuhan
pola pikir yang dilandasi oleh prinsip mutualisme, kerjasama sinergis, saling
menghargai dan memiliki shared interest.
c.
Membangun
kebudayaan nasional Indonesia harus mengarahkan pada strategi kebudayaan.
d.
Ditegakkannya
upaya “membentuk” secara tegas Identitas nasional dan kesadaran nasional.
E.
Perubahan
kebudayaan : Pengaruh dari Luar
a.
Perubahan
budaya dan arus global
Kebudayaan setiap bangsa cenderung mengarah pada globalisasi dan
menjadi peradaban dunia sehingga melibatkan manusia secara menyeluruh. Misalnya
dalam bidang hiburan massa atau hiburan yang bersifat massal, makna globalisasi
sudah sedemikian terasa.
b.
Pengenalan
budaya melalui pengajaran bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia dalam tata kebudayaan Indonesia adalah sumber
pertama sebuah pandangan yang memungkinkan seseorang menangkap gejala
ontologis. Dengan konsep kosmologis bahasa Indonesia dalam pencaturan
kebudayaan Indonesia ini, dalam mempelajari bahasa Indonesia dengan pendekatan
silang budaya akan menjadikan kebudayaan sebagai sistem realitas (system of
Reality) dan sistem makna (system of meaning).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar