Minggu, 09 Desember 2018

RESUME : BUKU STUDI BUDAYA DI INDONESIA


Resume Buku Studi Budaya Di Indonesia

A.      Pengertian dan Definisi Kebudayaan
Kata “kebudayaan” berasal dari bahasa Sanskerta, buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddi yang berarti akal. Dari pengertian tersebut, dibedakan anatara budaya yang berarti daya dari budi, yang merupakan cipta, karsa, dan rasa.
Kebudayaan adalah keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial, yang digunakan manusia untuk memahami dan menginterpretasi lingkungan serta pengalamannya, kemudian menjadi pedoman untuk tingkah lakunya.
B.       Keberagaman Budaya Indonesia
Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki wilayah yang luas, terbentang dari Aceh sampai ke Papua. Ada 17.504 pulau yang tersebar di seluruh kedaulatan Republik Indonesia, terdiri atas 8.651 pulau yang bernama dan 8.853 pulau yang belum bernama.
Ada sekitar 726 bahasa daerah yang tersebar diseluruh Nusantara. Agama pun berbeda-beda, pada umumnya masyarakat Indonesia menganut enam agama resmi yaitu Islam, Khatolik, Protestan, Hindu, Budha, dan yang terakhir diakui Konghucu. Walaupun begitu, kehidupan rukun yang telah mereka warisi secra turun-temurun mengekalkan mereka dalam kebersamaan dan kerukunan yang sejati.
C.       Kebudayaan sebagai Identitas Nasional
Kebudayaan nasional adalah sarana bagi kita untuk memberikan jawaban atas pertanyaan, “Siapa kita?”, “Apa Identitas kita?”, “akan kita jadikan apa bangsa kita?”, “watak bangsa semacam apa yang kita inginkan?”, “bagaimana kita harus mengukir wujud bangsa dan tanah air kita?”.
a)        Cara pandang terhadap kebudayaan
a.    Budaya sebagai Peradaban
Meraka mengaggap “kebudayaan” sebagai “peradaban”, lawan kata dari “alam”. Jika seseorang berpendapat bahwa musik klasik adalah musik yang “berkelas”, elite, dan bercita rasa seni yang tinggi, sementara musik tradisional dianggap sebagai musik yang kampungan dan ketinggalan zaman, timbul anggapan bahwa orang yang menyukai musik “klasik” adalah orang yang sudah berkebudayaan.
b.    Kebudayaan sebagai sudut pandang umum
Pemikiran ini menganggap suatu budaya dengan budaya lainnya memiliki perbedaan masing-masing. Oleh karena itu budaya tidak dapat di perbandingkan.
c.         Penetrasi kebudayaan
                              i.     Penetrasi damai (Penetration positifique), yaitu masuknya kebudayaan dengan jalan damai
                            ii.     Penetrasi kekerasan (Penetration Violante), yaitu masuknya kebudayaan dengan jalan memaksa atau merusak.
b)      Ancaman terhadap kekayaan budaya Indonesia
Proses globalisasi budaya yang berbarengan dengan globalisasi ekonomi serta pasar merupakan ancaman terhadap budaya bangsa.
c)      Kebudayaan suku bangsa
Pasal 32 UUD 1945 : “kebudayaan bangsa ialah kebudayaan yang timbul sebagai buah usaha budinya rakyat Indonesia seluruhnya. Kebudayaan-kebudayaan lama dan asli yang terdapat sebagai puncak-puncak kebudayaan di daerah-daerah diseluruh Indonesia, terhitung sebagai kebudayaan bangsa. Usaha kebudayaan asing yang dapat memperkembangkan atau memperkaya kebudayaan bangsa sendiri serta mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Indonesia”.
D.      Proses Pembentukan Kebudayaan Nasional
a)        Bangsa yang Pluralistik dan Multikultural
Negara bertugas untuk memahami dan mengatasi hambatan-hambatan budaya setiap suku bangsa, dan secara aktif memberi dorongan dan peluang bagi munculnya potensi dan budaya baru sebagai kekuatan bangsa.
b)        Penataan Pola Pikir
Mindset rendah diri (Minder) terbentuk dikalangan sebuah kaum intelektual kita yang mewajarkan globalisasi sebagai proses subordinasi nasional, dan mewajarkan gagasan bahwa tidak penting bagi kita untuk menjaga kepentingan nasional.
c)        Mutualisme dan kerjasama Sinergis
Penataan mindset untuk membentuk kebudayaan nasional Indonesia :
a.         Pluralistik merupakan kenyataan yang harus di lihat sebagai aset nasional, bukan resiko atau beban, yang harus dilihat sebagai aset nasional.
b.        Penumbuhan pola pikir yang dilandasi oleh prinsip mutualisme, kerjasama sinergis, saling menghargai dan memiliki shared interest.
c.         Membangun kebudayaan nasional Indonesia harus mengarahkan pada strategi kebudayaan.
d.        Ditegakkannya upaya “membentuk” secara tegas Identitas nasional dan kesadaran nasional.
E.       Perubahan kebudayaan : Pengaruh dari Luar
a.       Perubahan budaya dan arus global
Kebudayaan setiap bangsa cenderung mengarah pada globalisasi dan menjadi peradaban dunia sehingga melibatkan manusia secara menyeluruh. Misalnya dalam bidang hiburan massa atau hiburan yang bersifat massal, makna globalisasi sudah sedemikian terasa.
b.      Pengenalan budaya melalui pengajaran bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia dalam tata kebudayaan Indonesia adalah sumber pertama sebuah pandangan yang memungkinkan seseorang menangkap gejala ontologis. Dengan konsep kosmologis bahasa Indonesia dalam pencaturan kebudayaan Indonesia ini, dalam mempelajari bahasa Indonesia dengan pendekatan silang budaya akan menjadikan kebudayaan sebagai sistem realitas (system of Reality) dan sistem makna (system of meaning).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar