Jika “Mereka” telah Tiada, Baru Terasa
Waktu kamu
berumur 1 tahun dia menyuapi dan memandikanmu.. sebagai balasannya.. kau
menangis sepanjang malam. Ketika ia mengajarimu cara berjalan, sebagai
balasannya.. kau kabur saat dia memanggilmu
Waktu kamu
berumur 4 tahun, dia memberikanmu pensil untuk mewarnai, sebagai balasannya..
kau coret-coret dinding rumah dan meja makan
Waktu kamu
berumur 7 tahun dia memberikanmu bola, sebagai balasannya.. kau lemparkan bola
ke jendela tetangga
Waktu kamu berumur
10 tahun, dia mengantarmu kemana saja, dikolam renang sampai pesta ulang tahun,
sebagai balasannya.. engkau bermain asyik dengan temanmu sampai tidak dengar
panggilan orang tuamu
Waktu kamu
berumur 13 tahun dia mengantarkanmu untuk memotong rambut karena sudah
waktunya, sebagai balasannya.. kau bilang “Mama tidak tahu Mode”
Waktu engkau
berumur 15 tahun, dia pulang kerja ingin memelukmu, sebagai balasannya.. kau
kunci pintu kamarmu
Waktu engkau
berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika engkau lulus SMA, sebagai
balasannya.. kau berpesta dengan teman-temanmu sampai pagi
Waktu engkau
berumur 19 tahun, dia membayar semua biaya kuliahmu dan mengantarkanmu ke
kampus pada hari pertama, sebagai balasannya.. kau minta diturunkan jauh di
pintu gerbang (biar gak malu sama teman-teman karena orang tuamu jelek)
Waktu engkau
berumur 20 tahun dia bertanya “Dari mana aja seharian?”, sebagai balasannya..
kau menjawab “Ah cerewet amat sih, mau tau urusan anak muda aja”
Waktu engkau
berumur 25 tahun, dia membantumu membiayai biaya pernikahanmu, sebagai
balasannya.. engkau pindah ke kota lain menjauhi orang tuamu
Waktu engkau
berumur 30 tahun, dia memberimu nasehat bagaimana merawat bayimu, sebagai
balasannya.. engkau katakan “Sekarang zaman udah beda Ma”
Waktu engkau
sudah menjadi orang sukses, dia menelponmu untuk diantar ke acara salah satu
saudara dekatmu, sebagai balasannya.. engkau jawab “Aku sibuk sekali banyak
kerjaan kantor Ma”
Waktu engkau
berumur 35 tahun, dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu, sebagai
balasannya.. engkau baca tentang pengaruh negatif orang tua yang numpang
tinggal di rumah anaknya
dan suatu
hari dia meninggal dunia dengan tenang, tiba-tiba engkau teringat semua yang
belum pernah engkau lakukan dan itu menghantam hatimu bagaikan Pukulan Qodam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar