Minggu, 09 Desember 2018

DIKSI : -ANG


Oleh Nisa Khoiriyah

“awas jangan dekat-dekat kandang!!!” pak Tatang sang pawang binatang berteriak lantang dari belakang gudang.
Kejadian seperti ini sungguh tidak bisa terbayang, itu terjadi kemarin petang ketika aku berkunjung ke kebun binatang. Aku dibuat tercengang oleh cengkeraman beruang yang menerjang pahaku sampai menembus tulang.
Dasar aku manusia malang, bisa-bisanya aku jadi sasaran beruang jepang yang sebelumnya dikabarkan sempat hilang dan ternyata bersembunyi dibelakang kandang.
Ibarat pepatah menang jadi debu kalah jadi arang, beruang itu tumbang dicincang dengan parang oleh petugas penjaga gerbang. Situasi semakin tegang diiringi teriakanku yang semakin kencang, bala bantuan pun datang dari abang-abang pedagang di depan gerbang.
Aku terbangun di bangsal rumah sakit di kemang, yang terbayang dipikiranku saat itu adalah bagaimana aku pulang, aku sudah tak punya uang, bahkan biaya rumah sakit pun aku berhutang. Yang kuharapkan adalah asuransi dari pihak kebun binatang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar