Oleh Nisa Khoiriyah
“awas jangan dekat-dekat kandang!!!” pak
Tatang sang pawang binatang berteriak lantang dari belakang gudang.
Kejadian seperti ini
sungguh tidak bisa terbayang, itu terjadi kemarin petang ketika aku berkunjung
ke kebun binatang. Aku dibuat tercengang oleh cengkeraman beruang yang
menerjang pahaku sampai menembus tulang.
Dasar aku manusia
malang, bisa-bisanya aku jadi sasaran beruang jepang yang sebelumnya dikabarkan
sempat hilang dan ternyata bersembunyi dibelakang kandang.
Ibarat pepatah menang
jadi debu kalah jadi arang, beruang itu tumbang dicincang dengan parang
oleh petugas penjaga gerbang. Situasi semakin tegang diiringi teriakanku yang
semakin kencang, bala bantuan pun datang dari abang-abang pedagang di depan
gerbang.
Aku terbangun di
bangsal rumah sakit di kemang, yang terbayang dipikiranku saat itu adalah
bagaimana aku pulang, aku sudah tak punya uang, bahkan biaya rumah sakit pun
aku berhutang. Yang kuharapkan adalah asuransi dari pihak kebun binatang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar